Dilaporkan ke Bawaslu karena Diduga Kumpulkan Massa, Sahrul Gunawan Akui Tak Puas Kampanye DaringDilaporkan ke Bawaslu karena Diduga Kumpulkan Massa, Sahrul Gunawan Akui Tak Puas Kampanye Daring

Aktor Sahrul Gunawandilaporkanke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sahrul Gunawan diduga kumpulkan massa sehingga melanggar protokol kesehatan saat kampanye secara langsung. Seperti diketahui, Sahrul Gunawan saat inimengikuti ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung.

Menanggapi kabar tersebut, pria yang akrab disapa Alul itu angkat bicara. Sahrul Gunawan membenarkan bahwa dirinya dilaporkan ke Bawaslu terkait dugaan pelanggaran kampanye. "Ya kemarin aku sempat dilaporin ke Bawaslu aku membuat sebuah crowd (keramaian)."

"Padahal aku dateng ke rumah tokoh," kata Sahrul Gunawan, dikutip dari . Ia menambahkan, kedatangannya ke rumah tokoh itu memang tidak diinformasikan kepada pendukungnya. Bahkan, Alul juga melakukannya tanpa menginformasikan kepada masyarakat setempat.

"Lagipula aku jaga jarak dan cuma 5 10 orang doang paling banyak, dan ikuti protokol kesehatan,"terang Sahrul. Sahrulmenegaskantidak ada niat untuk membuat keramaian saat berkunjung ke rumah tokoh di Bandung. "Walau tidak diumumin ada yang dateng aja jadi ramai. Aku juga enggak tau ya, cuma masa mau dibubarin," jelasnya.

Lebih lanjut, Sahrul Gunawan pulang ke Jakarta untukmemenuhi panggilan stasiun televisi yang mengundangnya. "Makanya sekarang ke Jakarta dulu deh sambil refreshing juga dan selesaikan syuting." "Sambil dipikirin strateginya kampanye disaat pandemi gimana," ujar Alul.

Selama lima tahun belakangan, aktor berusia 44 tahun ini tengah fokus terjun ke dunia politik. Sahrul sendiri mengincar kursi Bupati Kabupaten BandungpadaPilkada 2020. Sebelumnya, Alul sempat gagal menjadi anggota DPR RI periode 2019 2024.

Mengingat situasinya di tengah pandemi Covid 19, Sahrul Gunawan harus bisa mengikuti adaptasi sistem kampanye. "Ya sekarang koordinasinya lewat daring (online) sih. Ya ke semuanya begitu lewat daring," ucap Sahrul, dikutip dari . Alulpun mengaku menjalani kampanye lewat daring tidak memuaskan.

Menurutnya, kampanye secara daringitu tidak bisa berbicara langsung dengan pendukungnya. "Tidak ada yang menggantikan kepuasan kampanye tatap muka sebetulnya." "Tapi itu bisa dilakukan nanti. Ya harus ada strateginya,"bebernya.

Kampanye secara daring,Sahrul mengatakan kalau tak semua orang menggunakan internet dalam kesehariannya. Sementara itu, untuk kampanye langsung diakui Alul, massa nya dibatasi paling banyak 50 orang. "Kampanye sekarang ya agak menyulitkan. Karena ada keuntungan dan kerugian."

"Ya karena aku public figure bisa lewat sosial media dan macam macam,"ujar Sahrul. Sahrullantasmengungkapkan dirinya tak bisa menggunakan popularitasnya memanggil pendukung melakukan kampanye langsung dan mengumpulkan massa. "Tapi ya mudah mudahan Allah kasih takdirnya untuk bisa jadi pimpinan daerah," tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *