Kemenpora Ingin Munculkan Manajemen Event Olahraga Kelas DuniaKemenpora Ingin Munculkan Manajemen Event Olahraga Kelas Dunia

Kemenpora menyelenggarakan webinar manajemen event olahraga untuk meningkatkan Energi Produktifitas dan Kreatifitas Pemuda. Acara ini bisa terselenggara karena dalam kegiatan olahragatidak bisa lepas dari peran Event Organizer (EO). Management Event dapat didefinisikan sebagai pengorganisiran sebuah event yang dikelola secara profesional, sistematis, efisien dan efektif.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, mengatakan kegiatan olahraga sudah sangat berbeda dan harus dikelola secara profesional. Kegiatan olahraga dan kepemudaan harus bisa dikelola dengan baik dan tidak bisa lagi dikerjakan secara asal. "Kegiatan olahraga tidak bisa lagi lepas dari pengelolaan atau EO. Demikian juga kepemudaan.Maka harus dipersiapkan bagaimana manajemen bagi pemuda dan olahraga ini," kata Zainudin Amali dalam pernyataan dari Kemenpora, Kamis (1/10/2020).

Zainudin mencontohkan, ketika Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah Asian Games 2018, Kemenpora menjadi leading sector. Fakta tersebut menjadi contoh yang seharusnya membuka peluang bagi pemuda Indonesia dalam mempersiapkan diri dalam mengelola event di bidang kepemudaan dan keolahragaan. ”Untuk pengelolaan acara opening dan closing nya kita belum mampu sendiri. Kita masih mendatangkan tenaga asing, meskipun yang tampil di depan adalah EO EO kita,” ucapnya.

Dalam waktu dekat, Indonesia berhasil terpilih dan akan menyelenggarakan kegiatan olahraga bertaraf internasional. Terdekat, Indonesia akan menjadi tuan rumah kompetisi sepak bola Piala Dunia U 20 tahun 2021. Untuk itu, maka perlu dibutuhkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni untuk menjadi EO.

”Kalau tidak siap maka pasar ini akan menjadi makanan orang yang dating dari luar.Jangan sampai hanya jadi penonton karena tidak siap,” katanya. Sementara itu,Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Faisal Abdullah, menuturkan dalam proses merencanakan event perlu melakukan penelitian awal mengenai kelayakan dari suatu event. Termasuk mengenai kebutuhan anggaran yang besar dan minat dari masyarakat terhadap event tersebut.

Faisal menambahkan, management Event Olahraga harus memiliki fanatisme fans, pasar paling potensial, banyak stake holders maupun sponshorship yang relatif mudah digandeng untuk membantu pangsa pasar yang luas. Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Moch Asmawi menambahkan, bagi mahasiswa ataupun masyarakat yang ingin menjadi EO profesional tidak bisa secara instan. Untuk memulai menjadi EO, harus dimulai dari yang paling muda terlebih dulu sehingga bisa berkembang dan maju kedepannya

”Semua butuh latihan, olahraga juga latihan, EO pun latihan.Jangan sampai menyerah. EO itu kan kadang lesu, sepi, apalagi pandemic seperti saat ini, memang itu seperti itu,” timpal Asmawi. Di sisi lain,President Director & CEO Inspiro Group,Ndang Mawardimenuturkan, dalam penyelenggaraan event sangat erat kaitannya dengan pelaksanaan. Sebuah event baru bisa terlaksana apabila ada satu kolaborasi yang bagus di dalamnya.

”Disini tentu saja tidak mudah untuk kolaborasi. Harus punya kekampuan seperti satu dirijen gitu ya supaya not nya itu indah dan enak gitu ya,” katanya. Untuk membuat event, terdapat tiga hal yang menjadi pegangan yaitu manajemen resiko, penyelenggara, dan stakeholder. ”Kita akan melinbatkan siapa saja, pemerintah kah, media, dan lainnya. Tanpa ketiga itu semua maka secara praktis event tersebut akan terkendala,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *