SPAM Djuanda Siap Pasok Air Minum 10 Ribu Liter Per DetikSPAM Djuanda Siap Pasok Air Minum 10 Ribu Liter Per Detik

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto menjelaskan KPBU SPAM Ir. H Djuanda dapat melayani kebutuhan layanan air minum nasional. Menurutnya, Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) itu akan memanfaatkan alokasi air baku waduk Jatiluhur Jawa Barat yang disalurkan bagi area DKI Jakarta, Kota/Kabupate Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Karawang. “Skema ini akan akan menghasilkan sebesar 10 ribu liter air minum per detik. Pemerintah berkomitmen memberikan fasilitas dan kemudahan, di antaranya jaminan proyek sehingga dapat mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia,” kata Eko dalam virtual conference di Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Eko menambahkan sesuai pidato Presiden Joko Widodo saat pelantikan pada 20 Oktober 2019, bahwa pembangunan infrastruktur yang andal menjadi kunci peningkatan daya saing Indonesia. “Agenda pembangunan nasional yang menjadi prioritas bapak Presiden di bidang permukiman menekankan pentingnya pelayanan dasar yang didukung oleh akses air minum, perpipaan yang memadai, dan akses sanitasi yang layak serta aman,” tegasnya. Adapun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 2024 juga menegaskan tercapainya 100 persen pelayanan air minum sebagai prioritas bagi seluruh penduduk Indonesia di bidang perumahan dan kawasan permukiman.

“Kondisi prasarana dan sarana air minum memberikan pengaruh besar pada kesehatan serta lingkungan yang berdampak luas terhadap tingkat perekonomian keluarga dan pembangunan wilayah di Indonesia," kata Eko menambahkan. SPAM Regional Ir. H. Djuanda mengusung konsep KPBU Unsolicited (Prakarsa Badan Usaha) dengan lingkup investasi fisik end to end, kontrak berbasis kinerja untuk lingkup jaringan perpipaan dan pelayanan pelanggan. Kasubdit Rancang Bangun I, Direktorat Kerjasama Pemerintah Swasta dan Rancang Bangun Kementerian PPN/Bappenas Astu Gagono Kendarto mengatakan konsultasi publik saat ini dilakukan oleh menteri/kepala lembaga/kepala daerah/direksi BUMN/direksi dalam tahap perencanaan. Nantinya, hasil konsultasi publik tahap perencanaan akan menjadi evaluasi kesiapan proyek KPBU serta perbaikan dokumen pra studi kelaikan.

Astu Gagono menyebut proyek SPAM Juanda juga masuk dalam target prioritas infrastruktur pelayanan dasar untuk air minum yakni 10 juta sambungan rumah. "SPAM Ir. H. Juanda ini unsolicited, konsep KPBU 100 persen dari swasta untuk mendukung kebutuhan infrastruktur 2020 2024 yang kebutuhannya sangat besar Rp6.000 triliun Diharapkan swasta dapat mendukung 42 persen,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *